Welcome
Welcome to <strong>sensasi</strong>.

You are currently viewing our boards as a guest, which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community, you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content, and access many other special features. Registration is fast, simple, and absolutely free, so please, <a href="/profile.php?mode=register">join our community today</a>!

[Pict - Share] Yang Langka dan Aneh Masuk Sini

Mau tau tentang dunia gaib? Mungkin juga kamu punya pengalaman misteri. Silahkan posting di sini.

Moderator: prabusakti

[Pict - Share] Yang Langka dan Aneh Masuk Sini

Postby prabusakti on Fri Jun 15, 2007 8:48 pm

Ini adalah batu2 di national park Death Valley, California, USA yang bisa bergerak sendiri secara misterius.

Image
Image
Image
Image
Image

Artikelnya:
[align=justify]Racetrack Playa (national park of Death Valley, California) is famous for its moving stones. The floor of the playa (an ancient lake) is dried, scorched mud which has broken into perfect little octagons and pentagons. It's as flat as flat can be. And there are roaming rocks which seem to move on their own. The stones vary from pebble size to half ton boulders and vary in size and shape due to them breaking off the hills you see behind in the photo. Their tracks vary in length and go every which way from zig-zags to loops and double back on themselves. Some travel only a few feet; others go for hundreds of yards. How wind loops and doubles back on itself and zig zags? Why two rocks right next to each other take totally different paths, why some are left untouched?

For a long time the reasons why baffled geologists and scientists who studied them until to geologists from CalTech did a seven year study on them. They concluded that the reason the rocks move is because, under specific weather conditions, rain or heavy fog or dew makes the mud slippery and wet, and the winds push the rocks around.

These huge stones have the ability to move themselves across the dry, dusty desert floor sometimes as much as 900 FEET in a single movement. While no one has ever actually seen a stone move, Dr. Robert P. Sharp, a geologist in the Division of Geological and Planetary Sciences at the California Institute of Technology in Pasadena, California, states that he monitored the movement of 30 stones from 1968 to 1974. Dr. Sharp states that stones move at speeds of up to three feet per second, and have been known to move as much as two miles.

At one point, Dr. Sharp and Dwight Carey, formerly of the Department of Geology at U.C.L.A, positioned iron stakes around each of the stones to measure the slightest movement. But even these posed no obstacle, once the stones started moving. Apparently these stakes didn't stop 28 of the 30 stones from escaping and moving outside the encirclement, Dr. Sharp revealed. Some immutable law of nature somehow prescribes that movements will occur only in the darkness of stormy nights. Interestingly, of the 30 stones monitored, Dr. Sharp said seven actually disappeared inexplicably and without a trace.

Any attempt of explanation has been revealed insufficient. The same Sharp proposes a combination of ice and wind that would act during the night (probably a phenomenon similar to the "pipkrakes" of the periglacial environment). He admits that at the moment every explanation is purely assumptive.

Don Spalking is superintendent of Death Valley National Monument. He knows Dr. Sharp, and he knows the doctor's research to find out what really makes the stones move. "The experts have been coming here for years" he says, "But no one has actually seen a stone move. We know they do it, but we don't know how or why".
He said some of it could be wind for sure and that the mud did get slippery when it was damp or wet, but that didn't explain how two rocks right next to each other could go in two opposite directions or one could stay put while one three times the size, didn't. He stated that he's seen the rocks moving long distances when it's perfectly dry out and there is NO wind, or the "conditions" that are said to be needed for it to happen just weren't there. Since it's a desert it rarely rains except during monsoon season, and at times it does get very foggy in the morning, yet the rocks do this all year long.

Can the only force of wind move of the stones on a frozen surface? And how could this lake cover itself of ice or hoarfrost during the night? We are in a desert in California!

And so the scientists continue to research and study the secret of the mysterious moving stones of Death Valley, California, in another classic example of the unexplained.[/align]


Sumber berita aku lupa, cuz aku dapet artikelnya sdh lama banget.
User avatar
prabusakti
MAJOR
MAJOR
 
Posts: 178
Joined: Wed Jun 06, 2007 3:25 pm
Location: .:SENSASI JOGJA:.

Postby prabusakti on Fri Jun 15, 2007 9:35 pm

Image
[align=justify]MEKKAH BERKILAU -- Ini adalah hasil pencitraan dari IKONOS Satelite milik Space Imaging Inc, AS. Masjidil Haram yang 'diintai' oleh AS pada 31 Oktober 1999 itu menampilkan fenomena menakjubkan. Terlihat di gambar hanya bagian Masjidil Haram saja yang berkilau sementara bangunan di sekitarnya tampak lebih gelap. Luar biasa! (NASA Astronomy Picture of The Day)

Image
MOSQUE STILL STANDS AFTER EARTQUAKE IN TURKEY -- A mosque still stands amidst the rubble of collapsed buildings in this aerial view of a neigborhood in the western Turkish town of Golcuk, 60 miles east of Istanbul, August 19, 1999. The death toll from western Turkey's worst recorded eartquake surpassed 6,000, as hope waned of finding any of the thousands still missing under the mountains of rubble.

Sumber Gambar[/align]
User avatar
prabusakti
MAJOR
MAJOR
 
Posts: 178
Joined: Wed Jun 06, 2007 3:25 pm
Location: .:SENSASI JOGJA:.

Postby prabusakti on Fri Jun 15, 2007 9:40 pm

Image
User avatar
prabusakti
MAJOR
MAJOR
 
Posts: 178
Joined: Wed Jun 06, 2007 3:25 pm
Location: .:SENSASI JOGJA:.

Postby prabusakti on Fri Jun 15, 2007 9:57 pm

Image

[align=justify]Doktor Brosshil, Ketua Fakultas Geologi, Institut Berry, Kentucky, Amerika Serikat pada tahun 1938 mengumumkan bahwa ia menemukan 10 jejak binatang yang menyerupai manusia di karang pasir pada zaman karbon. Foto mikroskop dan infra merah membuktikan, bahwa semua jejak ini adalah tercipta secara alami dari pijakan kaki manusia, dan bukan diukir oleh tangan manusia. Menurut perkiraan, batu-batu yang meninggalkan jejak kaki manusia ini sejarahnya diperkirakan telah mencapai 250 juta tahun lamanya.

Pada saat yang lebih awal lagi, ada orang di kota St.Loui, tepi sungai Mississippi, Amerika Serikat, pernah menemukan sepasang jejak kaki manusia di sebuah batu karang. Menurut penilaian ahli geologi, sejarah batuan ini kira-kira sudah 270 juta tahun lamanya.

Penemuan yang lebih unik lagi adalah Sumber Antilop di Utah, Amerika Serikat. Seorang penggemar bernama Missanter pada bulan Juni tahun 1968 menemukan beberapa bongkah fosil trilobite. Dia menceritakan bahwa di saat dia menggunakan palu geologi dengan ringan mengetuk untuk membuka selempengan batu, lempeng batu-batu terbuka sama seperti sebuah buku, dia dengan terkejut menemukan jejak kaki seorang manusia pada permukaan batu yang sedang menginjak trilobite pada bagian tengahnya, sedangkan kepingan batu yang satunya lagi juga hampir memperlihatkan bentuk jejak kaki yang sempurna, namun yang semakin membuat orang merasa heran adalah ternyata beberapa orang itu mengenakan sandal!

Kemudian, pada bulan Juli 1968, ahli geologi ternama Doktor Bedick berinisiatif pergi sendiri ke Sumber Antilop untuk melakukan penyelidikan, lalu menemukan lagi sebuah jejak kaki anak kecil. Pada bulan Agustus 1968, seorang pengajar di sekolah pemerintah di kota danau garam yang bernama Howard menemukan lagi dua jejak kaki manusia yang mengenakan sepatu di sebuah batuan yang sama yang mengandung fosil trilobite.

Semua penemuan yang ada ini, setelah dinilai oleh para sarjana yang ahli di bidang itu, maka rata-rata berpendapat bahwa itu merupakan suatu yang tidak dapat disangsikan lagi, dan merupakan sebuah tantangan besar terhadap tradisi geologi. Kepala Museum Ilmu Bumi Universitas Utah, Madisson, dalam jumpa persnya mengatakan; "Kala itu tidak ada manusia di bumi, juga tidak ada kera, beruang, atau binatang malas besar lainnya yang bisa membuat serupa jejak kaki manusia. Namun jika demikian halnya, maka di saat bahkan sebelum terevolusi binatang yang mempunyai tulang belakang, lantas ada binatang apakah yang mirip dengan manusia dan yang bisa berjalan di planet bumi ini?"

Trilobite adalah binatang samudera yang halus-kecil dan tidak memiliki ruas tulang belakang, satu spesies dengan udang dan kepiting. Waktu keberadaannya di bumi di mulai sejak 600 juta tahun yang lampau hingga punah pada 280 juta tahun yang silam. Dan sejarah munculnya manusia sangat pendek jika dibandingkan dengannya, namun mengenai penggunaan sepatu yang cukup memenuhi standar ini hanya 3.000 tahun lebih. Lalu bagaimana untuk menjelaskan atas semuanya ini?[/align]


Sumber Berita
User avatar
prabusakti
MAJOR
MAJOR
 
Posts: 178
Joined: Wed Jun 06, 2007 3:25 pm
Location: .:SENSASI JOGJA:.

Time machine.

Postby Jolly Roger on Sat Jun 16, 2007 12:46 pm

Time machine mungkin dibuat ga sih di masa depan? Kalau mungkin, itu jejak yg ditinggal orang masa depan di masa lalu.
Hehehe,,ngayal kali aku mas,,
Legendary Pirate's Flag!
User avatar
Jolly Roger
Trooper
Trooper
 
Posts: 163
Joined: Thu Jun 07, 2007 12:22 am
Location: Cibubur

Re: Time machine.

Postby prabusakti on Sat Jun 16, 2007 8:54 pm

Jolly Roger wrote:Time machine mungkin dibuat ga sih di masa depan? Kalau mungkin, itu jejak yg ditinggal orang masa depan di masa lalu.
Hehehe,,ngayal kali aku mas,,

Kta bahas disini yuk...
User avatar
prabusakti
MAJOR
MAJOR
 
Posts: 178
Joined: Wed Jun 06, 2007 3:25 pm
Location: .:SENSASI JOGJA:.

Postby pitak on Tue Jun 19, 2007 3:37 am

wakzzz.... yg batu jalan itu lloh!!!!!!


so amaze me......
:shock: :shock: :shock:
peace..........

love............

en




cupu.......................................
Image
Image
User avatar
pitak
Junior marine
Junior marine
 
Posts: 70
Joined: Thu Jun 07, 2007 7:04 pm
Location: cakung (cuaca mendukung...)

Postby Georgeusboy on Wed Jun 27, 2007 4:54 am

Image
Pada tahun 1800-an, dari sebuah pemakaman kuno di dekat kota Sayre, Bradford County - Pennsylvania, telah ditemukan kerangka yang serupa manusia tetapi bertubuh besar. Selain soal tingginya, juga terdapat keanehan lain yaitu pada bagian kening tengkorak kepalanya terdapat sepasang tanduk. Diperkirakan dikuburkan pada 1200.
User avatar
Georgeusboy
Junior marine
Junior marine
 
Posts: 61
Joined: Fri Jun 22, 2007 12:47 am
Location: JogjaRockCity

Bateri dari Baghdad

Postby Georgeusboy on Wed Jun 27, 2007 5:03 am

[align=center]ImageImageImage[/align]

[align=justify]Pada 1930, ketika dilakukan penggalian pada sebuah bukit kecil di daerah Khujut Rabula (dekat kota Baghdad, Irak), ditemukan puing sebuah pilar kuno dari era Parthian. Pihak museum Irak segera melakukan ekskavasi arkeologi pada area tersebut.

Salah seorang arkeolog yang berasal dari Austria bernama Dr. Wilhem König lalu menemukan sesuatu benda aneh yang terpendam di situs itu dan beberapa lagi sejenisnya di dekat kota kuno Seleuca. Benda aneh tersebut terdiri atas sebuah silinder tembaga, batang besi serta aspal yang disusun sedemikian rupa dalam sebuah jambangan kecil (tinggi 14 cm, diameter 8 cm) dari tanah liat dan ketika dilakukan pengujian ternyata berfungsi sebagai baterai. Usia artefak-artefak baterai kuno ini diperkirakan berkisar 2.000 - 5.000 tahun, jauh sebelum Count Alessandro Volta (Italia) membuat baterai pertama kali pada tahun 1800 serta Michael Faraday (Inggris) menemukan induksi elektromagnetik dan hukum elektrolisis pada 1831.

Pengujian yang dilakukan oleh F. M. Gray, seorang teknisi yang bekerja di General Electric - High Voltage Lab, Pittsfield, Massachusetts terhadap tiruan artefak kuno ini menunjukkan bahwa benda tersebut memang dapat berfungsi sebagai baterai. Dengan memasukkan cairan asam kedalam jambangannya, baterai ini bisa menghasilkan daya listrik 1,5 - 2 volt. Paul T. Keyser dari Universitas Alberta, Kanada mengajukan alternatif pemikiran tentang kemungkinan penggunaan baterai ini sebagai alat analgesik (penahan rasa sakit) pada masa itu.

Pada sebuah buku kuno dari India berjudul Shilpa-Sansar, disebutkan tentang seorang bernama Shri Parashuram Hari Thatte yang menerangkan prinsip teknis dan cara kerja baterai dalam format yang mirip dengan baterai kuno Baghdad dari suatu masa pemerintahan Maharaja Rama, sekitar 5.000 tahun sebelum Masehi.[/align]
User avatar
Georgeusboy
Junior marine
Junior marine
 
Posts: 61
Joined: Fri Jun 22, 2007 12:47 am
Location: JogjaRockCity

Postby Georgeusboy on Thu Jun 28, 2007 5:01 pm

Kota Kuno di India di Bom Atom

Image

[align=justify]Terdapat sebuah tempat di Distrik Rajasthan (India, wilayah yang berbatasan dengan Pakistan), 10 mil sebelah barat ibukota Jodhpur, yang permukaan tanahnya mengandung radioaktif seluas 3 mil persegi. Pancaran radioaktif itu demikian kuat sehingga area tersebut dinyatakan berbahaya.

Pada awalnya, di area tersebut tengah dibangun perumahan ketika kemudian berbagai kasus kecelakaan muncul, meliputi kelahiran bayi cacat sampai yang terkena kangker pada orang-orang yang bekerja atau berada di sana. Para ahli (terdiri dari lima orang, dipimpin oleh Lee Hundlay sebagai foreman projek) lalu diturunkan ke area tersebut untuk melakukan penelitian hingga menemukan bahwa ternyata terdapat pancaran radioktif yang sangat tinggi. Lebih lanjut, para ahli juga menemukan situs kota kuno di lokasi tersebut dan bukti-bukti telah terjadi ledakan atom yang terjadi antara 8.000 - 12.000 tahun yang lalu, menghancurkan gedung-gedung dan menewaskan kira-kira setengah juta penduduknya.

Salah seorang ahli membandingkan ledakan atom di sana dengan peristiwa yang serupa di Jepang (Hiroshima dan Nagasaki) pada akhir perang dunia ke-2. Kisari Mohan Ganguli, seorang ahli sejarah India mengungkapkan bahwa sebenarnya detil kejadian dan akibat ledakan (pada makhluk hidup dan bangunan) sewaktu peledakan bom atom di Jepang itu mirip dengan yang digambarkan pada salah satu cerita kuno India, yaitu pada bab Drona Pavra dari Kitab Mahabharata. Seolah-olah masyarakat India kuno dahulu sudah tak asing dengan perihal bom atom atau nuklir.

Francis Taylor, seorang arkeolog dari tim peneliti mengemukakan bahwa terdapat beberapa coretan-coretan tulisan pada beberapa reruntuhan bangunan kuno (kuil) di sana yang setelah dicoba untuk diterjemahkan, seperti berisi doa dari penduduknya agar selamat dari suatu cahaya sangat besar yang datang melingkupi kotanya.

Adanya radiasi pada bekas kota kuno di India ini menambah bukti tentang pernah terjadinya bencana ledakan atom ribuan tahun yang lalu, sebelum generasi manusia sekarang berhasil menemukan atom.

Proses pembangunan perumahannya kemudian dihentikan seusai para ahli yang tergabung dalam tim peneliti menyampaikan hasil penelitiannya, dan pemerintah India sendiri kini telah menutup area tersebut.[/align]

Masih menyangkut berita dari India,

Peradaban Kuno di Lembah Indus

[align=justify]Pada 1922, arkeolog menemukan situs kota kuno yang dinamakan Kota Harappa. Kemudian pada sekitar 400 mil di sebelah tenggaranya juga ditemukan kota kuno lainnya, Mohenjo-Daro. Berdasarkan hasil penelitian mereka, diperkirakan bahwa peradaban kota-kota tersebut muncul pada sekitar 3.000 S.M hingga 1.500 S.M. Situs kota-kota kuno ini terletak di Distrik Larkana, Sidth (Pakistan) dan dikenal sebagai situs Peradaban Lembah Indus. Belakangan ditemukan lebih banyak lagi bekas kota di area situs tersebut hingga keseluruhannya mencapai hampir 1.400 bekas kota. Dengan komunitas penduduk pada masing-masing kota berkisar 35.000 orang maka daerah ini dahulunya merupakan peradaban suatu komunitas yang ramai.[/align]

ImageImage

[align=justify]Walaupun muncul ribuan tahun sebelum masehi, namun dari bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan oleh para ahli, menunjukkan bahwa pada masa itu, penduduknya telah memiliki tingkat peradaban yang sangat tinggi. Antara lain ditunjukkan dengan kemampuannya dalam hal perencanaan tata ruang kota dengan struktur jalanan yang lurus dan rapi, rumah tempat tinggal berbahan bangunan batu merah yang bahkan telah dilengkapi bak mandi pribadi hingga anak-anak yang telah bermain dengan berbagai jenis mainan (kereta-keretaan kecil, peluit berbentuk burung, dll) serta para perempuannya yang sudah mengenal pemoles bibir (gincu), mengenakan perhiasan berukiran indah (berarti juga sudah mengenal teknik pengolahan logam) dan baju berwarna-warni. Untuk fasilitas umum, juga terdapat kolam renang dengan fasilitas yang cukup lengkap di Kota Mohenjo-Daro. Mereka juga memiliki tempat penampungan air bersih (reservoir) raksasa, dengan saluran-saluran yang terhubung ke tiap-tiap rumah penduduknya. Terdapat beberapa bukti tanda-tanda pemusnahan peradabannya adalah dari suatu sebab yang mirip dengan efek bom atom. Jalan-jalan dipenuhi serpihan seperti kaca hitam yang ternyata adalah terbentuk dari tanah liat yang mencair karena panas yang sangat tinggi. Pada beberapa sisa kerangka yang ditemukan, ada dalam berbagai posisi seperti sedang berpegangan tangan, tampaknya terlanda malapetaka dahsyat yang muncul tiba-tiba.[/align]
User avatar
Georgeusboy
Junior marine
Junior marine
 
Posts: 61
Joined: Fri Jun 22, 2007 12:47 am
Location: JogjaRockCity

Pulau Spiritual

Postby maru on Fri Aug 10, 2007 10:09 am

[font=Verdana][align=justify]SEORANG ahli antariksa Amerika Serikat di NASA pernah bersaksi, ketika berada di permukaan bulan, melalui sebuah teleskop yang supersensitif, dia meneropong bumi. Ajaib, sang astronot menemukan dua titik cahaya yang sangat benderang dari permukaan bumi. Setelah diproyeksikan dalam peta bumi (tepatnya globe), dua tempat itu ternyata Bali dan satu lagi sebuah daerah di Peru.

Sang astronot sangat terpukau dan bertanya-tanya apa gerangan yang ada di bawah Bali. Belakangan banyak tokoh spiritual yang mengartikan bahwa itulah kekuatan Bali, yang meluapkan energi spiritual. Kekuatan ini telah berlangsung turun-temurun dan telah terpelihara dengan baik oleh para leluhur melalui upacara persembahan (yadnya).

Siapa saja yang peka pasti mampu merasakan getaran spiritual itu. Tiga tahun lalu, ketika seorang guru meditasi dari Jepang berkunjung ke Bali menyertai suatu rombongan meditasi memberi kesaksian yang kurang lebih sama. Ketika pesawat yang membawanya dari Tokyo memasuki Bali, guru meditasi yang mengembangkan "metode kristal" ini merasakan getaran aneh.

Kesaksian semacam ini banyak pula disampaikan dan sudah menjadi pengetahuan umum. Orang asing pun sejak abad ke-18 begitu mengagumi Bali yang tercermin dari berbagai ungkapan. Misalnya The Island of God, The Thousand of Temple dan The Morning of the World, merupakan ekspresi kesucian Bali di mata mereka. Bali selalu memberi energi spiritual bagi siapa pun yang berniat baik.

Yang berniat jahat akan terjerat di Bali. Percaya atau tidak, para petualang seperti Imam Samudra, Amrozy dan teroris lainnya bisa dibekuk ketika mereka berbuat laknat di Bali, 12 Oktober 2002. Padahal sebelumnya, sebagaimana terungkap dalam pengadilan, sepak terjang mereka sudah dimulai sejak tahun 2000. Beberapa tempat ibadah dan umat tak bersalah telah menjadi korban kebiadaban mereka.

Demikian juga ketika sejumlah warga Australia yang diduga sebagai gembong narkoba ditangkap. Kelompok yang kemudian disebut sebagai Bali-Nine itu kini tengah menghadapi proses hukum bersama terdakwa lainnya di Denpasar.

Serangkaian kejadian di atas, diakui atau tidak, makin menguatkan bahwa Bali merupakan pulau dengan kekuatan spiritual. Untuk itu kita harus sama-sama menjaganya. Berbagai tindakan tak senonoh yang akan mencederai Bali harus dihindari. Termasuk membangun lapangan golf di dekat tempat suci bukanlah rencana yang elok.[/align]
[/font]
User avatar
maru
Chiper Pol
Chiper Pol
 
Posts: 688
Joined: Wed Jun 20, 2007 11:33 am
Location: bekasi

Re: Pulau Spiritual

Postby Georgeusboy on Thu Mar 27, 2008 8:36 pm

maru wrote:[font=Verdana][align=justify]SEORANG ahli antariksa Amerika Serikat di NASA pernah bersaksi...[/align][/font]

Eh, mb Maru... Aku punya peta dunia (kondisi pd malam hari), dapet dari National Geographic. yang paling terang malahan kawasan Las Vegas lho...
User avatar
Georgeusboy
Junior marine
Junior marine
 
Posts: 61
Joined: Fri Jun 22, 2007 12:47 am
Location: JogjaRockCity

Re: Pulau Spiritual

Postby maru on Fri Mar 28, 2008 12:41 pm

Georgeusboy wrote:
maru wrote:[font=Verdana][align=justify]SEORANG ahli antariksa Amerika Serikat di NASA pernah bersaksi...[/align][/font]

Eh, mb Maru... Aku punya peta dunia (kondisi pd malam hari), dapet dari National Geographic. yang paling terang malahan kawasan Las Vegas lho...


heheheheheheh......
Mungkin gak waktu Mas Georgeusboy liat petanya...di Bali sama Peru lagi mati lampu,
hihihihihi....piss....just jokes ya.

Klo mslh mana yg bener gak tau juga deeeeeeey,
sayangnya gw belum pernah ke antariksa buat buktiin sendiri.
haiyah...mulai deeeeeeeeey ngayal.
some will, some won't, so what...?!
User avatar
maru
Chiper Pol
Chiper Pol
 
Posts: 688
Joined: Wed Jun 20, 2007 11:33 am
Location: bekasi

Re: Pulau Spiritual

Postby Georgeusboy on Mon Mar 31, 2008 9:00 pm

maru wrote:
Georgeusboy wrote:
maru wrote:[font=Verdana][align=justify]SEORANG ahli antariksa Amerika Serikat di NASA pernah bersaksi...[/align][/font]

Eh, mb Maru... Aku punya peta dunia...

Mungkin gak waktu...

[font=Verdana]Kalo perkiraanku, pan di LA kalo malem rame night club tuh... Jd y wajar kalo energi listrik semakin terang, lha wong dibuat maen soliteran... Hxhxhx...[/font]
User avatar
Georgeusboy
Junior marine
Junior marine
 
Posts: 61
Joined: Fri Jun 22, 2007 12:47 am
Location: JogjaRockCity

Moai, Lebih Banyak Pertanyaan Daripada Jawaban

Postby Georgeusboy on Mon Mar 31, 2008 9:25 pm

[align=center]Image[/align]

[font=Verdana][align=justify]Sebuah pulau terpencil di kawasan Pasifik selatan merupakan rumah bagi patung-patung batu raksasa, kehadiran mereka menakjubkan para ilmuwan, arkeolog dan turis. Penduduknya disebut orang sebagai “Rapanui” dan pulaunya disebut “Rapa Nui” atau Rapa Besar, juga dikenal sebagai “Pulau Paskah”. Terletak 2,300 mil disebelah barat Amerika Selatan dan 2,500 mil disebelah timur Tahiti. Pulau Paskah termasuk salah satu tempat yang paling terisolasi dan misterius di Bumi ini.

Pulau Paskah mulai masuk kedalam sejarah Barat ketika penduduk setempat menyambut kedatangan pelaut Belanda pada abad ke 18 ke Te-Pito-O-Te-Henua (Pusat Dunia). Kapal Belanda yang dipimpin oleh Laksamana Jacob Roggeveen tersebut, tiba di pulau itu bertepatan pada hari Paskah tahun 1722, lalu mereka memberi nama pulau tersebut sesuai dengan nama perayaan itu. Setibanya disana, mereka menjumpai patung-patung batu raksasa yang mengagumkan itu. Patung-patung tersebut dinamakan Moai, yang berarti “rupa”, berdiri tegak diatas podium batu besar yang dinamakan “Ahu”. Mahkota dikepala patung tersebut adalah bulat berjambul yang terbuat dari batu merah.

Patung Moai itu dipahat dari batu yang berasal dari Rano Raraku, gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi di pulau tersebut. Lalu bagaimana batu-batu raksasa seberat 14 sampai 80 ton ini dipindahkan dari gunung ke beberapa tempat “Ahu” yang tersebar di pulau tersebut, masih merupakan sebuah teka-teki yang belum terpecahkan. Menurut dongeng penduduk setempat, nenek moyang mereka menggunakan “Mana” atau kekuatan supernatural untuk memerintahkan para “Maoi” itu berjalan sendiri ke atas podium batu. Ada beberapa teori lainnya yang berusaha memecahkan misteri artifak ini. Beberapa diantaranya percaya bahwa pulau ini adalah ujung dari daratan yang ada pada peradaban prasejarah, sedangkan yang lainnya berspekulasi adanya keterlibatan kehidupan luar planet.

Para Moai ini telah menarik sejumlah besar peneliti yang berusaha untuk mengetahui asal usul dan rahasia mereka. Katherine Rutledge, seorang arkeolog yang menyelidiki pulau Paskah pada tahun 1914, telah memetakan lokasi dari patung2 raksasa tersebut. Pada akhir bukunya yang berjudul “Misteri Pulau Paskah”, dia menulis “…dan saat ini cerita telah dikisahkan. Saat expedisi berlangsung, kami berharap dapat membawa beberapa kepingan puzzle baru yang bisa diletakkan, yang nantinya dapat dipelajari, akan tetapi bantuan dari setiap pembaca diperlukan untuk dapat membawa lebih banyak lagi kepingan puzzle baru, dari berbagai belahan bumi, dengan demikian kesendirian dapat menjadi jawaban akhir dari Misteri Pulau Paskah.”

Untuk dapat menyelidiki misteri ini, anda dapat terbang dengan pesawat dari Santiago, Chili dan singgah di Tahiti. Pulau ini menawarkan beraneka pemandangan mulai dari kawah gunung berapi, pembentukan lava dan bebatuan disepanjang garis pantai yang juga tersedia area untuk berenang di pantai Anakena. Cuacanya bertemperatur sedang dengan rata-rata 80 F pada musim panas dan 50 F dimusim dingin. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut dapat mengunjungi website Island Heritage, disana juga tersedia beberapa website bagi yang mempunyai rencana untuk berkunjung ke pulau tersebut.

Pulau Paskah merupakan sebuah misteri yang masih menunggu untuk ditemukan kepingan puzzle baru lebih banyak lagi untuk membuka kunci kebenaran dan menjawab misteri pulau Moai raksasa tersebut.[/align]


Source: Sumber Berita[/font]
User avatar
Georgeusboy
Junior marine
Junior marine
 
Posts: 61
Joined: Fri Jun 22, 2007 12:47 am
Location: JogjaRockCity

Next

Return to Dunia Misteri & Supranatural

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests

cron