Welcome
Welcome to <strong>sensasi</strong>.

You are currently viewing our boards as a guest, which gives you limited access to view most discussions and access our other features. By joining our free community, you will have access to post topics, communicate privately with other members (PM), respond to polls, upload content, and access many other special features. Registration is fast, simple, and absolutely free, so please, <a href="/profile.php?mode=register">join our community today</a>!

Fakta-fakta yang kalian perlu tau

Sensasi punya lounge bebas berkenalan dan ngobrol sesama anggotanya.

Moderator: Jigsaw's Wife

Tips untuk Menangkal Serangan Virus

Postby gryphone on Wed Aug 13, 2008 4:55 pm

Hello all . . .

Bagi yang sering ke Warnet, pasti terkadang kuatir flashdisk yang kita pakai untuk menyimpan data dari unit PC di warnet tersebut berisi virus, yang akhirnya akan menginfeksi komputer kita bila kita colokkan di port USB komputer / laptop kita.

NO WORRIES ! ! !

Sekarang ada cara mudah yang bisa kita lakukan untuk menangkal serangan virus tersebut. Ikuti langkah2 di bawah ini, untuk sistem operasi Windows XP.

1. Pada saat booting komputer kita, tekan F8 untuk masuk ke pilihan mode OS.
2. Pilih "Safe mode with networking"
3. Pada saat sampai pada login page, login sebagai Administrator . . . jangan lupa untuk mengisikan password Administratornya . . .
4. Plugin USB FlashDisk ke dalam USB Port
5. Start > Run > ketik CMD untuk mengaktifkan Dos Prompt

. . .

. . . .

. . . . .

Tapi . . . daripada ribet2 begitu, mendingan pakai cara yang lebih mudah (hehe)

1. Plug-in USB Flashdisk ke port USB kita SAMBIL MENEKAN TOMBOL <SHIFT> PADA KEYBOARD; tekan terus tombol <shift> ini selama 5 - 8 detik, lalu lepaskan.
2. Bisa jadi akan muncul Dialog Box tentang fitur FilterKey. Normal . . . jangan kuatir.
3. Supaya Dialog Box itu tidak muncul2 lagi, pergi ke Control Panel > Accessibility Options > Pilih Tab "Keyboard" > Pilih fitur FilterKey, "Settings" > Uncheck checkbox "Use Shortcut". Niscaya Dialog Box tersebut tidak akan muncul2 lagi.
4. Penekanan shift tersebut sebenarnya untuk menonaktifkan fitur "autorun" pada semua portable media seperti CD, USB FlashDisk, External HardDisk, dll. Dan banyak virus yang memakai fitur autorun ini untuk menginfeksi komputer secara otomatis pada saat portable media tersebut terhubung ke sistem komputer.

Coba aja masukkan CD presentasi yang biasanya langsung execute pada saat kita memasukkan ke dalam CDRom Drive kita, sambil menekan tombol shift seperti di atas. Pasti engga akan execute seperti biasanya.

Catatan : Untuk komputer2 yang lebih lambat, mungkin perlu untuk menekan tombol shift sedikit lebih lama . . . belum pernah coba sih hehe. Dan metode ini hanya untuk mencegah virus2 yang memakai fitur Autorun.inf . . . untuk virus2 trojan yang menyisipkan file berisi virus ke dalam media penyimpan portabel, ya kita perlu hati2 aja dan teliti sebelum men-double-click file2 yang "mencurigakan" Ada baiknya untuk mengaktifkan "show hidden files" di folder option untuk melihat apakah suatu "folder" benar2 folder, atau ternyata ada embel2 ekstensi .exe di belakangnya.


Best regards,

= JE =
User avatar
gryphone
Junior marine
Junior marine
 
Posts: 88
Joined: Tue Oct 09, 2007 2:09 pm
Location: Jakarta

Postby prabusakti on Thu Aug 21, 2008 8:25 pm

Topik bagus... Ayo dilanjut :o
User avatar
prabusakti
MAJOR
MAJOR
 
Posts: 178
Joined: Wed Jun 06, 2007 3:25 pm
Location: .:SENSASI JOGJA:.

Postby dedi sebelas on Sat Aug 30, 2008 10:36 am

Jangan-jangan Amerika berperang dengan Irak hanya untuk melenyapkan satu wanita ini, demikian spekulasi sejumlah pihak. Julukan yang diberikan pada Dr. Rihab Taha (47) memang seram "Dr. Kuman" alias "Dr. Germ", "The World Deadliest Woman", "Bug Lady". Dialah, ilmuwan yang memimpin program senjata biologi Irak, yang oleh Amerika disebut-sebut sebagai "wanita paling berbahaya di dunia".


Image
Ia dijuluki ilmuwan wanita paling mematikan, karena memproduksi senjata biologi yang cukup untuk membunuh seluruh penduduk di muka bumi, lebih dari dua kali..! Inilah salah satu alasan utama yang mendorong Amerika Serikat mengobarkan perang dengan Irak.

Dr. Rihab Taha, yang dikenal oleh tim pengawas senjata PBB sebagai "Dr Germ", karena pekerjaannya yang mengerikan di bidang senjata biologi. Amerika dan sekutunya bahkan menganggap ilmuwan wanita ini sebagai ancaman terbesar sejak berakhirnya perang dingin. Ancaman yang harus dilenyapkan dengan taruhan apa pun.


Kisah tentang "Dr Germ" ini berawal pada 1979, ketika Taha berangkat ke Inggris untuk belajar di bidang plant toxins. Ia akhirnya meraih gelar PhD dari the University Of East Anglia di Norwich, dimana ia belajar biologi secara serius, dan terfokus pada bidang penularan penyakit.

Banyak kalangan di Inggris --tempat dimana Dr. Taha mendapatkan keahliannya-- terkejut ketika ia kemudian menjadi ancaman bagi seluruh penduduk di Bumi. "Ini sama seperti ketika mendapati anak perempuan kita melakukan sesuatu yang mengerikan," kata Dr. John Turner, mantan pimpinan the university’s biology departement, yang pernah mengajar Dr. Taha selama 4 tahun.

"Melihat apa yang dilakukan Taha sekarang, sangat mengejutkan saya. Dari semua mahasiswa yang pernah saya didik, dialah orang terakhir yang saya duga mampu melakukan hal-hal mengerikan seperti itu, " lanjut Dr. Turner.

Teman-teman sekelasnya menyetujui pendapat tersebut. Tak seorang pun percaya, teman mereka yang dulu sangat pendiam, dan pemalu di kampus, sanggup melakukan hal yang sangat mengerikan. Tetapi, salah seorang anggota tim pengawas senjata PBB berujar Dr. Taha, jenis orang yang sangat ahli dalam bertipu muslihat, kesan pemalu itu hanya kedok dari kepribadiannya yang sesungguhnya.

"Kalau melihat sepintas, dia sosok yang sederhana, tidak banyak lagak. Tak seorang pun mengira dia adalah pimpinan program senjata kuman Irak," kata Dr. David Huxsoll, yang pertama kali memimpin Tim Inspeksi Senjata PBB, setelah Perang Teluk 1991.

Entah benar, entah tidak, ketika Tim Pengawas Senjata PBB mengajukan sejumlah pertanyaan, Dr. Taha yang sangat lembut hati dan tulus itu, pada saat yang sama bisa meledak dalam kemarahan, berteriak-teriak dan melempar kursi. Namun, Tim PBB yang terlibat dalam kejadian tersebut, berujar itu hanyalah taktik Dr. Taha untuk mengacaukan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Namun, dari pemeriksaan lanjutan, kisah mengerikan "Dr. Germ" mulai terbuka. Menurut para penyelidik, sesudah Dr. Taha kembali ke Irak, Saddam Hussein segera memerintahkannya memimpin program pengembangan senjata kuman. Program ini sengaja dikembangkan untuk menghadapi musuh-musuh pemerintah Irak. Senjata ini, sanggup membunuh jutaan manusia, tanpa perlu pengetahun teknis tinggi, dan biaya sangat mahal, seperti halnya mengembangkan bom atom.

Misi ini mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah Irak. Senjata ini, menurut rencana digunakan untuk mengambil alih negara-negara seperti Kuwait, dan mengganyang musuh-musuh di dalam negeri. Saddam, bahkan dikabarkan, pernah menghukum mati empat ilmuwan sebelumnya, karena mereka tidak membuat kemajuan berarti dalam pengembangan senjata biologi.


Laboratorium rahasia di Salman Pak dikabarkan menjadi tempat paling mengerikan. Di sanalah Dr. Taha dan timnya --terdiri dari 100 ilmuwan Irak-- mengembangkan senjata kuman dan bakteri yang paling mematikan. Senjata yang sanggup memusnahkan setiap manusia di muka bumi.


Image
Informasi tersebut disampaikan mantan pimpinan Tim Pengawas Senjata Biologi PBB, Richard Spertzel. Menurut perkiraan PBB, Dr. Taha mengembangkan 8400 liter antrax –yang cukup untuk memusnahkan seluruh penduduk dunia barat—dan senjata biologi jenis lain. Ia bekerja selama 10 tahun, untuk membuat cadangan senjata biologi terbesar di dunia, di luar Uni Sovyet (sebelum terpecah).

Ia juga membuat 19.000 liter botulinum, racun yang menyebabkan lidah membengkak dan membuat korbannya mati lemas. Dr. Taha juga memproduksi 2000 liter aflatoxin, yang mampu menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia dan mengakibatkan pertumbuhan kanker secara cepat.

Selain itu, Dr. Taha juga mengembangkan ganggren, yang sanggup membuat kulit manusia mencair dan mengelupas. Ibu dari seorang anak perempuan berusia delapan tahun ini juga memproduksi virus yang bisa membunuh bayi-bayi, setelah mereka menderita mencret yang parah.

Tim Inspeksi Senjata PBB pertama, juga menemukan videotapes Dr. Taha yang merekam uji coba senjata kuman terhadap binatang. Tetapi, gambar-gambar yang memperlihatkan bintang-binatang itu menggeliat kesakitan di dalam kotak kaca, tidak pernah dirilis. Namun, Tim Inspeksi PBB yakin, Dr. Taha bertanggungjawab atas kekejian lain yang lebih besar.

Ada bukti-bukti kuat, "Dr. Germ" juga mengadakan eksperimen senjata biologi terhadap manusia. Merujuk laporan pihak militer Israel, Dr. Taha mengamati dengan aman dibalik sekat yang tebal, ketika jamur mematikan, bakteri dan virus-virus buatannya diuji cobakan kepada para tahanan perang Irak, yang diikat di tempat tidur. Fasilitas uji coba tersebut berada di bawah tanah di daerah Al Hakam.

Dalam eksperimen di alam terbuka, sekelompok manusia, terdiri dari 12 tahanan Irak diikat pada sebuah tonggak, dekat perbatasan Irak dan Saudi Arabia. Tak lama kemudian bakteri antrax diledakkan ke udara, hanya beberapa yard jaraknya dari mereka. Para tahanan ini, diberi helm pengaman untuk menghindarkan mereka dari pecahan peluru meriam, sehingga efek dari bakteri dan kuman bisa dimonitor dengan baik. Semua tahanan tersebut meninggal beberapa hari kemudian, akibat penyakit mematikan.

Tim Pengawas PBB, juga menduga "Dr. Germ" dengan sengaja menyebarkan penyakit tertentu diantara para tahanan Irak, untuk mengamati efek dari senjata biologi bila digunakan dalam perang. Para tahanan tersebut banyak yang menderita kebutaan, pendarahan mata, deman "Crimen Congo", camel pox dan penyakit mengerikan dimana mereka mati perlahan-lahan, karena kehilangan darah melalui luka-luka terbuka di kulitnya.


Sayangnya, pemerintah Irak tidak memberikan akses kepada Tim Pengawas Senjata PBB untuk mengunjungi Abu Gharib, sebuah penjara di dekat Baghdad. Pemerintah Irak seolah menutupi eksperimen senjata biologi yang sangat mengerikan terhadap manusia.


Image
Raymond Zilimskas, mantan analis senjata kuman di the Arms Control and Disarmament Agency mengatakan, "Di Irak kemungkinan besar terjadi aktivitas uji coba menjijikkan, termasuk eksperimen tidak bermoral terhadap bintang dan manusia."

Peristiwa horor di Irak tersebut terbuka ketika menantu Saddam Hussein, Letjen Hussein Kamal Hassan, yang memimpin program senjata rahasia Irak melarikan diri ke Jordania pada Agustus tahun 1995. Ia mengakui negerinya memiliki senjata pembunuh massal berupa rudal berhulu ledak kuman. Pernyataan ini, memaksa Irak --untuk pertama kalinya-- mengakui bahwa program senjata biologisnya telah memasuki tingkat produksi untuk tujuan militer. Di antara pengakuan Irak adalah memasang bakteri biologi pada 166 bom dan 25 rudal balistik tipe "Al Hussein".

Hussein Kamal pula yang memaparkan bagaimana "Dr. Germ" bekerja di laboratoriumnya. Pernyataan Kamal tentang Dr. Taha yang digambarkannya bersuara sangat lembut itu, akhirnya memicu penyelidikan lebih intensif yang kemudian membuka eksperimen mengerikan yang dilakukan ilmuwan tamatan Inggris itu.

Ketika Tim Pengawas PBB sempat mengkonfrontasi Dr. Taha dengan bukti-bukti yang cukup kuat, ilmuwan ini mengatakan sangat bangga terhadap negaranya, juga terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Bahkan dengan antusias ia mengatakan bahwa kecuali menerbarkan penyakit, ia juga menemukan obat mujarab bagi penyakit-penyakit mengerikan itu.

"Ia malah tidak ragu-ragu menampilkan diri sebagai otak dibalik senjata biologi Irak. Ia seolah tidak merasakan kecemasan dunia atas perilaku buruknya," kata seorang mantan anggota Tim Pengawas Senjata PBB di Irak.

Sejauh ini, pemerintah Irak tidak mau bekerjasama. Bahkan ketika diajukan enam laporan berbeda soal bukti-bukti adanya program pengembangan senjata biologi di negaranya, Irak membantah semua laporan itu, dan menyebutnya sebagai kebohongan.

Ketika Tim Pengawas Senjata PBB melakukan penggerebekan di sejumlah tempat yang diduga sebagai laboratorium senjata biologi, mereka setiap kali menemukan gudang kosong yang tampaknya baru saja dibersihkan secara terburu-buru, dengan dokumen-dokumen yang masih terbakar di tempat sampah. "Dr. Germ" dan timnya, agaknya selalu selangkah di depan tim inspeksi senjata PBB.

Rumor yang beredar menyebutkan, "Dr. Germ" yang cerdik ini adalah istri simpanan Letjen Amer Rashid, pejabat militer Irak yang ditugaskan bekerjasama dengan Tim Pengawas Senjata PBB. Itulah sebabnya Rashid dengan mudah bisa memperingatkan "Dr. Germ" akan adanya penggerebekan dan memberinya cukup waktu untuk memusnahkan bukti-bukti. Selama bertahun-tahun, tim PBB mencoba menemukan bukti-bukti kuat keberadaan senjata biologi mengerikan di Irak, tapi semuanya gagal.

Ada keyakinan lain, cadangan anthrax dalam jumlah besar ini selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain di Irak. Persediaan senjata biologi ini disimpan dalam truk yang dilengkapi instalasi pendingin, dan dikawal secara langsung oleh pengawal-pengawal setia Saddam Hussein.

Suatu saat, Tim Pengawas Senjata PBB pernah ditahan beberapa jam oleh serdadu Irak sebelum mereka diijinkan memasuki daerah tertentu. Ketika akhirnya mereka diijinkan masuk, mereka menemukan laboratorium dalam keadaan kosong, dan kelihatannya baru saja dibersihkan secara terburu-buru.


Setelah Tim Inspeksi Senjata PBB pertama keluar dari Irak pada 1997, keadaan semakin buruk. Saddam Hussein dikabarkan melumpuhkan semua kamera pengawas dan menyembunyikan semua peralatan produksinya.

Mantan pimpinan Tim Pengawas Senjata Biologi PBB Richard Spertzel, mengatakan seandainya tidak ada senjata biologi tersisa sedikit pun di Irak saat ini, tetapi hanya dengan mengubah sejumlah komponen di pabrik obat yang memproduksi antibiotok, Irak mampu memproduksi anthrax dalam jumlah sangat besar.

Banyak orang khawatir, dalam empat tahun belakangan --setelah Tim Inspeksi Senjata PBB pertama meninggalkan Irak-- cukup memberi waktu bagi Irak memproduksi lebih banyak lagi senjata biologi ketimbang yang dimiliki sebelumnya. Diperkirakan, Irak saat ini memiliki persediaan 17 ton anthrax.

Pada akhirnya, Amerika Serikat mungkin berperang hanya untuk melenyapkan satu wanita saja, dialah Dr. Rihab Taha, "Dr. Germ", atau si "Bug Lady", sebab dialah otak dibalik semua senjata biologi Irak yang mengerikan ini..!

sumber: cnn/bbc news
seeeeep..... dah pokoknya
User avatar
dedi sebelas
Chiper Pol
Chiper Pol
 
Posts: 912
Joined: Fri Jun 08, 2007 9:34 am
Location: Jakarta, Rawasari-Priok PP

Postby dedi sebelas on Sat Aug 30, 2008 10:40 am

Pernah lihat gambar ini...

Image

Cerita dibalik obyek gambar maupun orang yg mengambil photo ini, ternyata sungguh tragis.

Di foto tersebut mengisahkan seorang anak korban konflik di Suddan sekitar thn 1993, sedang merangkak menuju ke Tempat penampungan pengungsi milik PBB, yg berjarak 1 km, dng diikuti oleh burung pemakan bangkai di belakangnya menunngu untuk memangsa bangkai anak tersebut.

Cerita tragisnya adalah tdk ada seorang pun tahu nasib anak di photo tersebut, termasuk photografer yg mengambil photo tersebut, yg segera pergi setelah photo itu diambil, mengingat di daerah tersebut terdapat konflik bersenjata yg membahayakan jiwa sang photografer tersebut.

3 bulan setelah photo tersebut sang photografer tersebut akhirnya diketahui, setelah dia melakukan interview, & photo tersebut akhirnya diterbitkan di koran The New York Times pd tgl 26 Maret 1993.

Sang photografer tersebut adalah Kevin Carter.

Image

Kevin Carter adalah photografer senior yg berasal dr Johanesburg, Afrika Selatan. Dia mengaku terpaksa meninggalkan anak tersebut, dikarenakan saat itu dia telah mendapatkan larangan utk menyentuh para pengungsi tersebut, dikarenakan, mereka dikawatirkan membawa penyakit berbahaya.

Pada tgl 2 April 1994 akhirnya Kevin Carter memperoleh penghargaan tertinggi, Pulitzer utk Feature Photograpy utk karyanya ini. Segera setelah dia memperoleh penghargaan ini, dia mendapatkan banyak kecaman, dikarenakan dia tdk berusaha membantu anak ini.

Seminggu setelah dia mendapatkan penghargaan itu, dia akhirnya bunuh diri, dikarenakan rasa bersalah yg teramat dalam, yg menghinggapinya...
seeeeep..... dah pokoknya
User avatar
dedi sebelas
Chiper Pol
Chiper Pol
 
Posts: 912
Joined: Fri Jun 08, 2007 9:34 am
Location: Jakarta, Rawasari-Priok PP

Tips untuk Menangkal Virus : II

Postby gryphone on Mon Sep 08, 2008 8:33 pm

Selain tips tombol <shift> di atas, ada lagi tips untuk menangkal virus2 yang beredar melalui USB Flashdisk atau media penyimpan portabel lainnya.

Ada baiknya untuk tidak mengakses USB Flashdisk dengan melakukan double-click seperti yang biasa kita lakukan. Lebih baik kita mengklik kanan, dan memilih "Explore". Dengan begini, kita dapat mengindari tanpa sengaja mengaktifkan "Autorun" yang biasanya digunakan oleh virus2 yang tersebar melalui media portabel.

Sebenarnya, masalah virus ini bisa dengan baik ditangkal dengan menggunakan antivirus yang diupdate setiap hari . . . bahkan ada antivirus yang bisa diupdate setiap jam. Dengan begini, niscaya sistem operasi kita akan terlindungi dari serangan virus.

Mau antivirus BAGUS yang gratis? Bisa download melalui link berikut :

http://download.bitdefender.com/windows ... ee_v10.exe

License key original, masa aktif 1 tahun dari instalasi. Bisa update secara otomatis atau manual.

Sebenarnya Microsoft juga ngeluarin semacam software untuk mengembalikan sistem operasi yang telah terinfeksi oleh virus2 kritis . . . dan Brontok juga termasuk virus yang bisa dibasmi dengan program ini, namanya Microsoft Malicious Software Removal Tool, yang diupdate setiap minggunya, kalau ga salah. Bisa didownload gratis dari site Microsoft, dan bisa langsung dijalankan untuk membersihkan komputer kita dari virus2 yang kritis saja . . . tidak semua virus dapat dibasmi oleh program ini.

Coba aja . . . nothing to lose, anyway :D


= JE =
User avatar
gryphone
Junior marine
Junior marine
 
Posts: 88
Joined: Tue Oct 09, 2007 2:09 pm
Location: Jakarta

Previous

Return to Member Lounge

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests

cron